Sebuah ‘permainan’
Semua berawal dari sebuah kepeduliaan untuk melayani dan terlibat dalam suatu bentuk pelayanan. Awalnya kita tak pernah kenal satu sama lain. Hingga suatu wujud pelayanan itu telah usai, kita baru saling mengenal satu sama lain.
Sebuah situs pertemana yang saat itu sedang naik daun pun menjadi media kita untuk lebih saling mengenal satu sama lain. Yaa..hingga akhirnya kita lebih sering berkomunikasi dan men-share kan banyak hal. Mulai dari yang penting dan serius sampai pada hal2 kecil yang sama sekali tidak penting dan tidak jelas.
Menyenankan memang. Hingga membuatku lupa siapa aku dan siapa kamu. Tapi sebuah ‘perbedaan’ dan sebuah ‘title’ tak dapat kuhapus darimu-lebih tepatnya aku tidak pernah ingin menghapus itu semua. Tak dapat pula aku membutakan mata dan mematikan sebuah rasa terhadap suatu kenyataan yang jelas dan ada di depan mata!
Sebuah ‘title’ yang sudah kukenal sejak kecil, sebuah ‘title’ yang menjadi kebanggaan orang2 ku, sebuah ‘title’ yang mungkin sangat penting bagimu. Mungkin ini bukan hanya penting lagi! Aku tahu, yaa..itulah yang kau cari dalam hidup ini. Itulah tujuan hidup mu-mencari Kasih Nya dalam hidupmu, dalam setiap langkah mu dan dalam setiap detik kehidupan yang kau dapat karena Kasih Nya.
Sekarang, aku juga tak tahu, kapan sebuah permainan ini kau mulai-mungkin akan lebih tepat ‘kita mulai’. Aku pun juga tak tahu dan tidak begitu menyadari kapan dan bagaimana aku bisa memasuki dan menikmati semua permainan ‘hati’ ini.
Kau mengawali permainan ini dengan santai dan tanpa beban-layaknya kau seperti bukan dirimu. Awalnya tak dapat kuterima semua permainan mu ini-mengingat bahwa kau adalah ‘kau’. Tapi lambat laun kau membuat permainan ini menyenangkan dan menjadi tampak lebih mudah-untuk kita berdua. Hingga aku benar2 menyukai semua permainan ini dan aku merasa tidak bisa lepas dari ini semua-agak tidak waras mungkin! Sepertinya aku juga begitu gampang memasuki permainan ini. Mungkin juga aku telah terlalu dalam masuk ke dalam semua permainan gila ini.
Kita sama2 tahu bahwa permainan ini memang hanya ‘sebuah permainan’ yang entah dimana dan kapan akan berakhir. Kadang aku berharap bahwa permainan ini tidak pernah berakhir. Tapi di sisi lain aku menginginkan mengakhiri permainan ini. Karena ini semua telah melanggar ketentuan2 orang2 ku. Sayang, ini semua bukan sebuah ketentuan kolot yang bisa kulanggar dengan seenaknya dan semauku. Tapi sebuah ketentuan yang diakui, dipercaya dan dihormati orang2 ku, semua keluargaku, dan bahkan aku sendiripun mengakui ketentuan itu.
Entah, apa yang sebenarnya kau cari?? Sekalipun tak pernah kau katakan padaku. Dan sepertinya aku pun tak akan mau dan tak akan bisa menerima segala alasan mu membuat permainan ini. Kadang aku berfikir, hal yang sama dan permainan yang sama kah yang kau lakukan kepada orang lain?? Huuhhh.......Sedikit tidak ikhlas bila ‘YA’ adalah jawabanmu! Tapi, apakah sebenarnya yang kau cari??
Dan aku?? Aku sendiri sebenarnya juga tidak tahu apa yang aku harapkan dan dapatkan dari mengikuti permainan ini. Kesenangan, perhatian, caci maki??? Yaa...mungkin kesenangan dan perhatiaan sesaatlah jawaban yang paling tepat untuk ku. Yaa.....caci maki pun pasti akan aku dapatkan bila aku masih benar2 mengikuti permainan dan menikmati permainan ‘gila’ ini!!
Mungkin saat kau menyadari permainan ‘gila’ ini, kau berusaha pergi secara perlahan dari ku. Hmm...sedikit tak rela sebenarnya. Tapi aku memang harus rela! Ambil dan lakukanlah jalan yang telah kau pilih dan jalan yang telah Dia pilihkan untuk mu.
Dan sekarang, perlahan tapi pasti aku juga ingin keluar dari permainan ini. Agak sulit memang, karena aku terlalu jauh masuk dan menikmati permainan ini. Ada banyak jalan licin yang membuatku terpeleset dan masuk lagi dalam permainan ini. Tapi aku akan tetap berusaha keluar dari permainan ini. Buatkan jalan untuk ku keluar dan segera mungkin tutup permainan ini saat aku sudah mampu keluar, sekalipun aku masih berada di ujung permainan ini!! Bila perlu dorong dan buanglah aku jauh2 dari permainan ini!! Masih banyak orang yang lebih membutuhkanmu. Aku tak pernah sekalipun bermaksud untuk mendominasimu. Aku mendukung setiap jalan mu, setiap jalan yang kau pilih dan setiap jalan yang telah Dia pilihkan untuk mu.
Teruslah berjuang kawan! Jangan pernah kecewakan semua orang yang telah mendukungmu!! Aku tak akan menjadi batu sandungan bagi mu!!
Saturday_10.15pm_
March, 6th 2010

0 komentar:
Posting Komentar